Alkitab cerita: apa isinya
Setelah beberapa bulan menggarap novel, tak ada yang ingat warna mata tokoh sampingan yang muncul di bab 3, atau tahun berapa latar belakang cerita berlangsung. Alkitab cerita adalah tempat hal-hal itu ditulis sekali saja, supaya kamu tak menciptakannya ulang dengan cara berbeda tiap kali.
Apa itu
Ia satu dokumen — sebuah berkas, buku catatan, panel di aplikasi menulis — yang mengumpulkan fakta-fakta tetap cerita: yang, sekali diputuskan, tak seharusnya berubah tanpa alasan. Ia bukan jurnal ide dan bukan kerangka: ia arsip dari apa yang sudah ditetapkan dalam teks.
Beda praktisnya: kerangka mengatakan apa yang akan terjadi, alkitab mengatakan dunia tempat itu terjadi terbuat dari apa.
Lembar-lembar yang ada di dalamnya
Lima bagian menutup hampir semua kebutuhan.
| Bagian | Yang dicatat | Kolom paling berguna |
|---|---|---|
| Tokoh | penampilan, usia, suara, hubungan, apa yang diinginkan | "kebenaran dan kebohongan" untuk arc |
| Tempat | geografi, suasana, siapa yang tinggal, jarak | peta mental perpindahan |
| Benda | senjata, surat, warisan, apa pun yang berulang | siapa yang memegangnya sekarang |
| Linimasa | tanggal, usia relatif, urutan peristiwa | berapa tahun sebelumnya latar belakang |
| Aturan dunia | sihir, teknologi, hukum, adat | batas-batasnya, bukan hanya kekuatannya |
Untuk fiksi realistis, "aturan dunia" berubah jadi kesinambungan detail: apa pekerjaan tokoh, mobil apa yang ia kendarai, nama warung di bawah.
Yang TIDAK perlu dimasukkan
- Ide yang masih terbuka. Kalau kamu belum memutuskan bagaimana antagonis mati, jangan tulis di alkitab: simpan di catatan. Alkitab mencatat yang sudah diputuskan, bukan yang mungkin.
- Paragraf-paragraf utuh masa lalu. Sebuah tokoh tak butuh tiga halaman masa kecil: ia butuh luka, kebohongan, dua atau tiga fakta konkret. Sisanya kamu temukan sambil menulis.
- Salinan teks. Alkitab bukan tempat kamu mengetik ulang adegan: ia tempat kamu mencatat bahwa di adegan itu tokoh mendapat bekas luka di pergelangan tangan.
Alkitab yang terlalu rinci tidak dimutakhirkan, dan alkitab yang tak dimutakhirkan lebih buruk daripada tak ada: kamu mempercayai fakta yang keliru.
Cara menjaganya tetap mutakhir
Aturan yang berhasil: mutakhirkan di akhir tiap sesi menulis, bukan selama menulis. Lima menit untuk memindai apa yang kamu tulis dan bertanya: apakah aku memperkenalkan tokoh? tempat? memberi tanggal, usia, detail fisik? Kalau ya, kamu menambahkannya.
Memutakhirkan saat menulis memutus arus; tidak memutakhirkan sama sekali berarti tiba di bab 20 dengan dua versi fakta yang sama. Saat yang tepat adalah ketika kamu sudah berhenti menulis tapi masih ingat apa yang kamu putuskan.
Kenapa lebih baik memilikinya sejak awal
Yang memulai alkitab di pertengahan buku menghabiskan sehari menyisir bab-bab yang sudah ditulis untuk memulihkan datanya. Yang menjaganya sejak bab satu membangunnya lima menit sekali tanpa terasa. Biayanya sama; yang berbeda hanya apakah kamu membayarnya dicicil atau sekaligus.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah berguna untuk yang menulis satu novel saja, bukan seri?
Ya. Konsistensi internal novel 90.000 kata yang ditulis selama setahun sudah jadi soal ingatan. Seri menambah satu lagi: konsistensi antar jilid. Tapi yang pertama juga berlaku untuk satu buku.
Lebih baik berkas, buku catatan, atau alat khusus?
Yang benar-benar kamu buka. Buku catatan praktis tapi tak bisa dicari; berkas teks bisa dicari tapi berantakan; panel di dalam editor menaruh lembar di samping teks dan diisi tanpa berganti jendela. Yang penting hanya ada satu: dua alkitab yang berbeda adalah masalah yang ingin kamu hindari.
Berapa lama waktu untuk menjaganya?
Setelah berjalan, lima menit per sesi. Pengisian pertama tokoh utama bisa memakan setengah jam, tapi itu waktu yang diambil dari penulisan ulang di masa depan, bukan ditambahkan.
Bagaimana kalau sebuah pilihan di alkitab tak lagi kusukai?
Kamu mengubahnya, tapi dengan sadar: kamu memutakhirkan lembarnya dan mencatat di sebuah daftar titik-titik di teks yang sudah ditulis untuk diperbaiki. Bahayanya bukan berubah pikiran, melainkan berubah pikiran lalu lupa separuh kemunculan lama.
Apakah alkitab cerita diberikan kepada editor atau penerjemah?
Ya, itu salah satu kegunaan terbaiknya. Penerjemah yang punya daftar nama diri, cara membacanya, dan aturan dunia membuat jauh lebih sedikit kesalahan kesinambungan. Hal yang sama berlaku untuk beta reader yang teliti.