Takut dinilai dan tetap menulis

· Roberto Sirolo · 3 menit baca

Banyak orang yang tak berhasil menyelesaikan sebuah teks tak punya masalah ide atau waktu: mereka punya seseorang di kepala yang membaca selagi mereka menulis, dan seseorang itu mengerutkan hidung. Ini salah satu bentuk blokade yang paling umum dan paling jarang diceritakan, dan dihadapi dengan langkah praktis, bukan dengan dorongan semangat.

Pembaca khayalan di balik bahu

Ketika kau menulis, sering kau tak sendiri: ada pembaca khayalan yang menilai tiap kalimat. Ia bisa berwajah kritikus, orang tua, bekas guru, teman yang menulis lebih baik darimu. Tak penting siapa dia: efeknya adalah kau menulis sudah dalam pertahanan, memilih kata agar tak ditegur alih-alih untuk mengatakan yang kau maksud.

Langkah pertama adalah menyadari ia ada. Banyak penulis yang terblokir tak pernah menyadari bahwa mereka menulis untuk menyenangkan orang tertentu, sering tak hadir dan kadang bahkan tak lagi hidup.

Draf pertama bekerja lebih baik kalau kau menulisnya untuk tak seorang pun: bukan untuk penerbit, bukan untuk beta reader, bukan untuk pembaca khayalan. Hanya untuk sampai ke ujung cerita dan melihat bentuknya. Mengatakan kepada diri secara tegas "ini tak akan dibaca siapa pun sampai aku memutuskan" mencabut hak bicara pembaca khayalan.

Itu fiksi yang berguna, bukan kebohongan: draf akan jadi publik, tetapi tidak sekarang, dan ia tak harus publik untuk ditulis.

Memisahkan penulisan dari pembagian

Saat menulis dan saat memperlihatkan teks adalah dua pekerjaan berbeda, dengan keadaan mental berbeda. Mencampurnya — menulis sambil sudah memikirkan reaksi — melumpuhkan keduanya. Jaga kedua tahap terpisah: dulu ditumpahkan, lalu, di saat terpisah dan dengan kepala berbeda, diputuskan apa yang dibaca orang dan siapa.

Ini berlaku juga di dalam revisi: dulu dibetulkan untuk diri sendiri, lalu dilihat dengan mata seorang pembaca.

Takut ada yang mengenali diri

Bentuk khusus dari rasa takut ini menyangkut orang nyata: khawatir seorang keluarga atau teman mengenali diri dalam sebuah tokoh dan tersinggung. Itu kekhawatiran yang sah, tetapi pada tahap draf pertama masih terlalu dini. Tulis adegannya sebagaimana kau perlukan; soal seberapa banyak dan bagaimana mengubah rujukan yang bisa dikenali dihadapi dalam revisi, dengan kepala dingin, ketika kau benar-benar tahu apa yang tinggal di buku.

Mengantisipasi kekhawatiran itu saat menulis membuatmu menyensor diri justru pada bahan yang sering paling hidup.

Rasa takut tak hilang: orang menulis dengannya

Menunggu "tak lagi takut dinilai" untuk menulis serius berarti tak pernah mulai. Banyak penulis yang sudah terbit hidup dengan rasa takut itu di tiap buku; mereka hanya belajar untuk tak membiarkannya memandu keputusan. Sasaran realistis bukan ketiadaan rasa takut, melainkan menulis selagi ia ada — menurunkan suara pembaca khayalan cukup untuk mendengar suaramu sendiri.

Kau yang memutuskan kapan dan kepada siapa memperlihatkannya

Mengetahui bahwa kau punya kendali atas kapan dan kepada siapa teks jadi terlihat membantu menulis lebih bebas. Di NovLore naskah bersifat privat secara bawaan, dan berbagi dengan beta reader adalah tautan yang kau buat sendiri, berjangka waktu dan bisa dicabut kapan saja: tak ada yang membaca sampai kau memutuskan, dan kau bisa menutup akses kapan pun. Draf tetap ruangmu sampai kau memilih sebaliknya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah takut dinilai sama dengan perfeksionisme?

Berkerabat tetapi berbeda. Perfeksionisme adalah tuntutan agar teks sempurna sebelum melanjutkan; takut dinilai adalah kecemasan akan reaksi seseorang. Sering keduanya hidup bersama: orang mengikir tanpa henti karena takut dinilai. Menghadapi satu membantu yang lain.

Haruskah saya memberi tahu beta reader bahwa ini draf pertama?

Ya, dan sebaiknya spesifik soal apa yang kau cari: "beri tahu aku apakah ceritanya bertahan, jangan mengoreksi kalimatnya". Pembaca yang tahu sedang memegang draf memberi umpan balik yang berbeda, dan lebih berguna, daripada yang mengira membaca teks jadi.

Bagaimana kalau penilaian negatif memang datang?

Ia akan datang, cepat atau lambat, dan itu bagian dari profesi. Bedanya ada pada kapan ia datang: penilaian atas teks yang kau pilih untuk diperlihatkan, setelah selesai dan direvisi, bisa ditangani. Penilaian khayalan atas teks yang belum ditulis hanya memblokir.

Lanjut membaca

NovLore adalah studio menulis tempat struktur dan teks karyamu hidup di tempat yang sama.